Debat Capresma & Cawapresma STAI Nur El-Ghazy 2022: Menumbuhkan Kepemimpinan Mahasiswa Unggul dan Berintegritas



Haidar - Pada hari Sabtu, 19 November 2022, STAI Nur El-Ghazy menyelenggarakan salah satu agenda penting dalam dinamika organisasi kampus, yaitu debat serta orasi Calon Presiden Mahasiswa (Capresma) dan Calon Wakil Presiden Mahasiswa (Cawapresma) untuk periode 2022–2023. Acara ini menjadi penanda berakhirnya masa kepengurusan BEM 2021–2022, sekaligus menjadi langkah awal bagi lahirnya pemimpin mahasiswa baru yang diharapkan mampu membawa perubahan positif.

Dengan mengangkat tema besar:

“Peran BEM dalam Menumbuhkembangkan Kepemimpinan untuk Mewujudkan Mahasiswa yang Unggul, Integritas, Loyalitas, dan Solidaritas.”

Acara berlangsung meriah di Aula Kampus STAI Nur El-Ghazy. Ratusan mahasiswa dari berbagai semester, para dosen, hingga alumni senior hadir untuk menyaksikan langsung proses demokrasi kampus yang berjalan dengan tertib dan penuh antusiasme.

Dua Pasangan Calon Pemimpin Mahasiswa Tampil dalam Debat Terbuka

Debat Capresma dan Cawapresma tahun ini menghadirkan dua pasangan calon (paslon) yang sama-sama memiliki visi besar untuk membawa perubahan di lingkungan kampus. Keduanya menampilkan gagasan, program unggulan, serta karakter kepemimpinan yang ingin mereka terapkan ketika terpilih nanti.

Kehadiran dua paslon ini membuat suasana debat menjadi lebih hidup dan dinamis. Masing-masing pasangan menampilkan argumen yang kuat, menunjukkan kemampuan orasi, hingga menawarkan solusi bagi permasalahan mahasiswa STAI Nur El-Ghazy.

Paslon 01: Ega Haydar & Sephia N. H. Aprilia – Membangun Ukhuwah dan Gerakan Gotong Royong

Paslon 01 terdiri dari:

  • Ega Haydar (Capresma)

  • Sephia N. H. Aprilia (Cawapresma)

Pasangan ini mengusung konsep kepemimpinan yang berakar pada nilai-nilai kebersamaan dan gotong royong. Dalam orasinya, mereka menegaskan bahwa organisasi mahasiswa tidak bisa berjalan tanpa kolaborasi yang solid.

Lima Tahapan Pembentukan Ukhuwah Islamiyah

Dalam visi mereka, Haydar dan Sephia memperkenalkan pendekatan berbasis pembinaan spiritual dan sosial, yaitu:

  1. Ta’aruf – Saling mengenal agar tercipta kedekatan emosional.

  2. Tafahum – Saling memahami perbedaan karakter dan pemikiran.

  3. Ta’awun – Saling menolong dalam urusan akademik, sosial, maupun kegiatan organisasi.

  4. Takaful – Saling menanggung beban dalam menyelesaikan persoalan bersama.

  5. Itsar – Mendahulukan kepentingan bersama di atas kepentingan pribadi.

Mereka menegaskan bahwa mahasiswa unggul bukan hanya yang cerdas secara akademik, tetapi yang mampu membangun relasi sosial yang kuat. Melalui tahapan ini, mereka berharap tercipta lingkungan kampus yang penuh persaudaraan, harmonis, serta siap menghadapi tantangan organisasi.

Paslon 02: Tommy Suhardiyono & Maryanah Septiani – Menegakkan Integritas dalam Kepemimpinan

Pasangan kedua terdiri dari:

  • Tommy Suhardiyono (Capresma)

  • Maryanah Septiani (Cawapresma)

Paslon ini menempatkan integritas sebagai fondasi utama dalam kepemimpinan. Bagi Tommy dan Maryanah, seorang pemimpin mahasiswa harus memiliki prinsip, konsisten, dan mampu mempertanggungjawabkan setiap amanah yang diterima.

Dalam pidatonya, Tommy menyampaikan:

“Integritas adalah konsistensi antara ucapan, keyakinan, dan tindakan. Pemimpin yang baik bukan hanya banyak berbicara, tetapi mampu mempertanggungjawabkan komitmennya.”

Fokus pada Pembenahan Internal Organisasi

Tommy & Maryanah menyoroti pentingnya:

  • Transparansi organisasi

  • Peningkatan kualitas program kerja

  • Optimalisasi pelayanan kepada mahasiswa

  • Kedisiplinan dalam menjalankan amanah

Pasangan ini melihat bahwa BEM harus menjadi contoh sekaligus motor penggerak bagi seluruh lembaga kemahasiswaan lainnya di STAI Nur El-Ghazy.

Ketua Pelaksana: Debat Ini adalah Ujian Komitmen, Bukan Sekadar Janji Politik

Ketua pelaksana acara debat, Deden Muhammad Hidayat, menyampaikan bahwa kegiatan ini bukan sekadar agenda rutin tahunan. Lebih dari itu, debat Capresma-Cawapresma merupakan ajang untuk mengukur kapasitas, komitmen, integritas, dan keseriusan masing-masing kandidat.

Deden—yang akrab disapa Den—menyampaikan bahwa mahasiswa STAI Nur El-Ghazy tidak membutuhkan pemimpin yang hanya pandai berjanji. Mereka membutuhkan pemimpin yang berani membuktikan kualitasnya melalui tindakan nyata.

“Debat ini diselenggarakan untuk mengukur sampai di mana kemampuan, integritas, dan komitmen masing-masing paslon. Kita tak butuh janji, tapi bukti,” tegasnya.

Ia juga menambahkan bahwa pemilihan Capresma dan Cawapresma akan berlangsung pada 26 November 2022, dan mengajak seluruh mahasiswa untuk menggunakan hak suara mereka dengan bijak.

Peran Debat dalam Membangun Budaya Demokrasi Kampus

Debat terbuka seperti ini memiliki peran penting dalam memperkuat budaya demokrasi kampus. Melalui debat, mahasiswa belajar:

  • Menyampaikan ide secara elegan

  • Mengkritisi program secara objektif

  • Menilai kualitas pemimpin melalui argumen, bukan popularitas

  • Melatih keberanian berbicara di depan publik

  • Membangun ruang diskusi yang sehat

STAI Nur El-Ghazy dengan konsisten menyelenggarakan kegiatan seperti ini sebagai bentuk komitmen kampus dalam mempersiapkan generasi mahasiswa yang kritis, cerdas, dan berkarakter.

Antusiasme Mahasiswa: Tanda Hidupnya Semangat Organisasi

Debat Capresma dan Cawapresma tahun 2022 mendapatkan respons positif dari para mahasiswa. Banyak di antara mereka yang hadir untuk memberikan dukungan kepada paslon pilihannya. Suasana hangat terasa ketika kedua paslon saling menyampaikan visi dan misi mereka dengan semangat yang tinggi.

Para mahasiswa terlihat aktif mengajukan pertanyaan dan memberikan pandangan mereka terhadap isu-isu yang dibahas dalam debat, seperti:

  • Perbaikan komunikasi BEM

  • Pengembangan kegiatan mahasiswa

  • Optimalisasi fasilitas kampus

  • Penguatan ukhuwah antar organisasi

Hal ini membuktikan bahwa semangat organisasi dan kepedulian mahasiswa terhadap kemajuan kampus masih sangat tinggi.

Menuju BEM yang Lebih Visioner, Kolaboratif, dan Berintegritas

Debat Capresma dan Cawapresma STAI Nur El-Ghazy tahun 2022 menjadi momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan mahasiswa pada periode 2022–2023. Dua pasangan calon telah berjuang menampilkan gagasan terbaik mereka.

Kini, keputusan berada di tangan mahasiswa STAI Nur El-Ghazy: siapa pemimpin yang memiliki visi paling realistis, program yang paling mungkin dijalankan, dan karakter kepemimpinan yang paling layak dipercaya?

Harapannya, siapapun yang terpilih:

  • Mampu merangkul seluruh mahasiswa

  • Menghidupkan kembali semangat organisasi

  • Menjalankan program secara transparan

  • Menjadi pemimpin amanah yang membawa kemajuan kampus

Debat ini menjadi bukti bahwa demokrasi kampus di STAI Nur El-Ghazy berjalan sehat, terbuka, dan berorientasi pada masa depan. Semoga lahir pemimpin mahasiswa yang unggul, berintegritas, dan siap mengabdi demi kejayaan kampus dan umat.

Posting Komentar untuk "Debat Capresma & Cawapresma STAI Nur El-Ghazy 2022: Menumbuhkan Kepemimpinan Mahasiswa Unggul dan Berintegritas"