Pembahasan Singkat Kitab "Mabahits Fi Ulumil Qur'an" Karya Manna'ul Qattan (التعريف بالعلم وبيان نشاته وتطوره) #2
Haidar - Melanjutkan kembali pembahasan sebelumnya, dan masih dalam bab yang sama yakni : التعريف بالعلم وبيان نشاته وتطوره .
Tulisan ini alfaqier buat sebagai tanya jawab, agar memudahkan dalam memahami isi kandungan kitab. Berikut pertanyaan dan jawabannya.
SIAPA YANG MERAPIHKAN AL-QUR'AN YANG KITA RASAKAN SAMPAI SAAT INI?
جَاءَتْ خِلَافَةُ عُثْمَانَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، وَاقْتَضَتِ الدَّوَاعِي – الَّتِي سَنَذْكُرُهَا فِيمَا بَعْدُ – إِلَى جَمْعِ الْمُسْلِمِينَ عَلَى مُصْحَفٍ وَاحِدٍ، فَتَمَّ ذَلِكَ، وَسُمِّيَ بِالْمُصْحَفِ الإِمَامِ، وَأُرْسِلَتْ نُسَخٌ مِنْهُ إِلَى الأَمْصَارِ، وَسُمِّيَتْ كِتَابَتُهُ بِالرَّسْمِ العُثْمَانِيِّ نِسْبَةً إِلَيْهِ، وَيُعْتَبَرُ هَذَا بَدَايَةً لِعِلْمِ (رَسْمِ القُرْآنِ).
Datanglah masa kekhalifahan ‘Utsmān رضي الله عنه. Maka muncul berbagai sebab — yang akan disebutkan nanti — yang mendorong untuk menyatukan kaum muslimin pada satu mushaf. Hal itu pun terlaksana, dan mushaf itu dinamakan al-Muṣḥaf al-Imām (Mushaf Induk). Salinannya dikirim ke berbagai negeri (daerah-daerah Islam), dan penulisannya dinamakan ar-Rasm al-‘Utsmānī (tulisan ‘Utsmani) yang dinisbatkan kepadanya. Peristiwa ini dianggap sebagai awal mula ilmu Rasm al-Qur’ān (ilmu penulisan mushaf Al-Qur’an).
APAKAH ILMU NAHWU BERASAL DARI AL QUR'AN? DAN SIAPA YANG MENEMUKANNYA?
ثُمَّ كَانَتْ خِلَافَةُ عَلِيٍّ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ، فَوَضَعَ أَبُو الْأَسْوَدِ الدُّؤَلِيُّ بِأَمْرٍ مِنْهُ قَوَاعِدَ النَّحْوِ، صِيَانَةً لِسَلَامَةِ النُّطْقِ، وَضَبْطًا لِلْقُرْآنِ الْكَرِيمِ، وَيُعْتَبَرُ هَذَا كَذٰلِكَ بَدَايَةً لِعِلْمِ إِعْرَابِ الْقُرْآنِ.
Kemudian datanglah masa kekhalifahan Ali r.a., maka Abu Al-Aswad Ad-Du’ali, atas perintah beliau, menyusun kaidah-kaidah ilmu nahwu untuk menjaga kemurnian pelafalan (bahasa Arab) dan sebagai pengontrol bacaan Al-Qur’an yang benar.
Hal ini juga dianggap sebagai permulaan lahirnya ilmu I‘rab Al-Qur’an (ilmu tata bahasa dan analisis gramatikal Al-Qur’an).
KENAPA PENAFSIRAN AL QUR'AN BERBEDA-BEDA DARI PARA ULAMA?
اِسْتَمَرَّ الصَّحَابَةُ يَتَنَاقَلُونَ مَعَانِيَ الْقُرْآنِ وَتَفْسِيرَ بَعْضِ آيَاتِهِ عَلَى تَفَاوُتٍ فِيمَا بَيْنَهُمْ، لِتَفَاوُتِ قُدْرَتِهِمْ عَلَى الْفَهْمِ، وَتَفَاوُتِ مُلَازَمَتِهِمْ لِرَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، وَتَنَاقَلَ عَنْهُمْ ذٰلِكَ تَلَامِيذُهُمْ مِنَ التَّابِعِينَ.
Para sahabat terus menerus menyampaikan makna-makna Al-Qur’an dan tafsir sebagian ayat-ayatnya, dengan tingkatan pemahaman yang berbeda-beda di antara mereka, karena berbeda pula kemampuan mereka dalam memahami dan berbeda pula kedekatan serta lamanya mereka bersama Rasulullah ﷺ.
Kemudian murid-murid mereka dari kalangan Tabi‘in pun mewarisi dan menyampaikan hal itu dari mereka.
wallah a'lam bisowab....... insyaallah akan al faqier lanjutkan dalam tulisan yang lainnya.

1 komentar untuk "Pembahasan Singkat Kitab "Mabahits Fi Ulumil Qur'an" Karya Manna'ul Qattan (التعريف بالعلم وبيان نشاته وتطوره) #2"