Pembahasan Singkat Kitab "Mabahits Fi Ulumil Qur'an" Karya Manna'ul Qattan (التعريف بالعلم وبيان نشاته وتطوره) #4


Haidar - Kembali dalam blog pribadi saya, dengan bab yang masih sama tetapi pembahasan yang berbeda. Saya sangat mengharapkan kritik dan saran dari kalian semua, agar blog pribadi saya bisa lebih baik dari sebelumnya.

ILMU AL QUR'AN MELIPUTI APA SAJA ?

وَالَّذِي رُؤِيَ مِنْ هَؤُلَاءِ جَمِيعًا يَتَنَاوَلُ: عِلْمَ التَّفْسِيرِ، وَعِلْمَ غَرِيبِ الْقُرْآنِ، وَعِلْمَ أَسْبَابِ النُّزُولِ، وَعِلْمَ الْمَكِّيِّ وَالْمَدَنِيِّ، وَعِلْمَ النَّاسِخِ وَالْمَنْسُوخِ، وَلَكِنَّ هَذَا كُلَّهُ ظَلَّ مُعْتَمِدًا عَلَى الرِّوَايَةِ بِالتَّلْقِينِ.

Dan yang menjadi perhatian dari semua hal ini adalah: Ilmu Tafsir, Ilmu Gharib Al-Qur'an (kata-kata asing dalam Al-Qur'an), Ilmu Sebab Turunnya Ayat (Asbabun Nuzul), Ilmu Makki dan Madani, Ilmu Nasikh dan Mansukh (ayat yang menghapus dan dihapus), tetapi semua ini masih berpegang pada riwayat dengan cara talaqqi (penerimaan lisan).

KAPAN AL-QUR'AN DAN HADIS MULAI DI KODIFIKASI?


وَجَاءَ عَصْرُ التَّدْوِينِ فِي الْقَرْنِ الثَّانِي، وَبَدَأَ تَدْوِينُ الْحَدِيثِ بِأَبْوَابِهِ الْمُتَنَوِّعَةِ، وَشَمِلَ ذَلِكَ مَا يَتَعَلَّقُ بِالتَّفْسِيرِ، وَجَمَعَ بَعْضُ الْعُلَمَاءِ مَا رُوِيَ مِنْ تَفْسِيرٍ لِلْقُرْآنِ الْكَرِيمِ مِنْ رَسُولِ اللَّهِ ﷺ، أَوْ عَنِ الصَّحَابَةِ، أَوْ عَنِ التَّابِعِينَ.
وَاشْتُهِرَ مِنْهُمْ: يَزِيدُ بْنُ هَارُونَ السُّلَمِيُّ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ١١٧ هِجْرِيَّةٍ، وَشُعْبَةُ بْنُ الْحَجَّاجِ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ١٦٠ هِجْرِيَّةٍ، وَوَكِيعُ بْنُ الْجَرَّاحِ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ١٩٧ هِجْرِيَّةٍ، وَسُفْيَانُ بْنُ عُيَيْنَةَ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ١٩٨ هِجْرِيَّةٍ، وَعَبْدُ الرَّزَّاقِ بْنُ هَمَّامٍ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٢١١ هِجْرِيَّةٍ.
Kemudian datanglah masa kodifikasi (pembukuan) pada abad kedua Hijriah, dan dimulailah kodifikasi hadis dengan bab-babnya yang beragam. Hal itu mencakup apa yang berkaitan dengan Tafsir, dan sebagian ulama mengumpulkan riwayat-riwayat Tafsir Al-Qur'an Al-Karim dari Rasulullah ﷺ, atau dari para sahabat, atau dari para tabi'in.
Dan di antara mereka yang terkenal adalah: Yazid bin Harun As-Sulami yang wafat pada tahun 117 H, Syu'bah bin Al-Hajjaj yang wafat pada tahun 160 H, Waki' bin Al-Jarrah yang wafat pada tahun 197 H, Sufyan bin Uyainah yang wafat pada tahun 198 H, dan Abdul Razzaq bin Hammam yang wafat pada tahun 211 H.

SIAPA ULAMA YANG PERTAMA KALI MENYUSUN TAFSIR AL QUR'AN DENGAN LENGKAP?

ثُمَّ نَهَجَ نَهْجَهُمْ بَعْدَ ذَلِكَ جَمَاعَةٌ مِنَ الْعُلَمَاءِ وَوَضَعُوا تَفْسِيرًا مُتَكَامِلًا لِلْقُرْآنِ وَفْقَ تَرْتِيبِ آيَاتِهِ. وَاشْتُهِرَ مِنْهُمْ ابْنُ جَرِيرٍ الطَّبَرِيُّ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٣١٠ هِجْرِيَّةٍ.

Kemudian setelah itu, sekelompok ulama mengikuti jejak mereka dan menyusun tafsir yang terintegrasi (lengkap) untuk Al-Qur'an sesuai urutan ayat-ayatnya. Yang terkenal di antara mereka adalah Ibnu Jarir Ath-Thabari yang wafat pada tahun 310 H.

وَهَكَذَا بَدَأَ التَّفْسِيرُ أَوَّلاً بِالنَّقْلِ عَنْ طَرِيقِ التَّلْقِي وَالرِّوَايَةِ، ثُمَّ كَانَ تَدْوِينُهُ عَلَى أَنَّهُ بَابٌ مِنْ أَبْوَابِ الْحَدِيثِ، ثُمَّ 
دُوِّنَ عَلَى اسْتِقْلَالٍ وَانْفِرَادٍ، وَتَتَابَعَ التَّفْسِيرُ بِالْمَأْثُورِ، ثُمَّ التَّفْسِيرُ بِالرَّأْيِ.

Demikianlah, Tafsir dimulai pertama kali dengan periwayatan melalui talaqqi dan riwayat, kemudian dikodifikasikan sebagai salah satu bab dari bab-bab hadis, lalu ditulis secara mandiri dan terpisah, dan berlanjutlah Tafsir Bil-Ma'tsur (berdasarkan riwayat), kemudian Tafsir Bir-Ra'yi (berdasarkan pendapat/pemikiran).

وَيُزَاءُ عِلْمَ التَّفْسِيرِ كَانَ التَّأْلِيفُ الْمَوْضُوعِيُّ فِي مَوْضُوعَاتٍ تَتَّصِلُ بِالْقُرْآنِ وَلَا يُسْتَغْنَى الْمُفَسِّرُ عَنْهَا.


Selain ilmu Tafsir, ada pula penulisan secara tematik dalam topik-topik yang berkaitan dengan Al-Qur'an dan sangat dibutuhkan oleh seorang mufassir.


فَأَلَّفَ عَلِيُّ بْنُ الْمَدِينِيِّ شَيْخُ الْبُخَارِيِّ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٢٣٤ هِجْرِيَّةٍ فِي أَسْبَابِ النُّزُولِ.
وَأَلَّفَ أَبُو عُبَيْدٍ الْقَاسِمُ بْنُ سَلَّامٍ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٢٢٤ هِجْرِيَّةٍ فِي النَّاسِخِ وَالْمَنْسُوخِ، وَفِي الْقِرَاءَاتِ.
وَأَلَّفَ ابْنُ قُتَيْبَةَ الْمُتَوَفَّى سَنَةَ ٢٧٦ هِجْرِيَّةٍ فِي مُشْكِلِ الْقُرْآنِ.
وَهَؤُلَاءِ مِنْ عُلَمَاءِ الْقَرْنِ الثَّالِثِ الْهِجْرِيِّ.

Maka, Ali bin Al-Madini, guru (syekh) Al-Bukhari, yang wafat pada tahun 234 H, menulis tentang Asbabun Nuzul.

Dan Abu Ubaid Al-Qasim bin Sallam yang wafat pada tahun 224 H, menulis tentang An-Nasikh wal Mansukh, dan tentang Qira'at (ragam bacaan).

Dan Ibnu Qutaibah yang wafat pada tahun 276 H, menulis tentang Musykil Al-Qur'an (masalah-masalah dalam Al-Qur'an).

Mereka ini adalah ulama-ulama pada abad ketiga Hijriah.

Posting Komentar untuk "Pembahasan Singkat Kitab "Mabahits Fi Ulumil Qur'an" Karya Manna'ul Qattan (التعريف بالعلم وبيان نشاته وتطوره) #4"