Talkhisan Ulumul Qur'an Pertengahan Semester Tamhidi Magister (S2) Universitas Al-azhar Mesir Tahun 2026
Haidar - Assalamu'alaikum ya gama'ah. Kali ini al faqier ingin membagikan talkhisan (ringkasan) materi ulumul qur'an S-2 Tamhidi kuliah ulum jurusan tafsir al-qur'an untuk pertengahan semester tahun 2026. Semoga bermanfaat
حَرْفُ الْهَمْزَةِ
(Huruf Hamzah)
تَأْتِي عَلَى وَجْهَيْنِ فِي لُغَةِ الْعَرَبِ (أَغْرَاضُ حَرْفِ الْهَمْزَةِ)
Hadir dalam dua bentuk dalam bahasa Arab (Tujuan Huruf Hamzah):
أَنْ يَكُونَ لِلِاسْتِفْهَامِ وَحَقِيقَتُهُ طَلَبُ الْفَهْمِ
Sebagai kata tanya, yang hakikatnya adalah menuntut pemahaman.
Contoh:
{أَمَّنْ هُوَ قَانِتٌ آنَاءَ اللَّيْلِ}(dengan tasydid pada huruf Mim).
أَنْ يَكُونَ حَرْفًا يُنَادَى بِهِ الْقَرِيبُ
Sebagai huruf yang digunakan untuk memanggil (nida') sesuatu yang dekat.
Catatan: Imam Al-Farra' menjadikannya sebagai panggilan pada ayat di atas bagi yang membaca dengan meringankan (tanpa tasydid) pada huruf Mim, sehingga maknanya: "Wahai pemilik sifat-sifat ini...".
خَصَائِصُ الْهَمْزَةِ
Karakteristik Hamzah:
جَوَازُ حَذْفِهَا
Boleh dihapus (dari ucapan/tulisan) namun maknanya tetap dipahami sebagai pertanyaan.
أَنَّهَا تَرِدُ لِطَلَبِ التَّصَوُّرِ وَلِطَلَبِ التَّصْدِيقِ
Digunakan untuk menuntut gambaran (pilihan) dan pembenaran (ya/tidak).
التَّصَوُّرُ (Tasawwur):
أَزَيْدٌ قَائِمٌ أَمْ عَمْرٌو؟(Apakah Zaid yang berdiri atau Amru?).التَّصْدِيقُ (Tasdiq):
أَزَيْدٌ قَائِمٌ؟(Apakah Zaid berdiri?).
أَنَّهَا تَدْخُلُ عَلَى الْإِثْبَاتِ وَعَلَى النَّفْيِ
Dapat masuk ke dalam kalimat positif (itsbat) maupun kalimat negatif (nafyu).
الْإِثْبَاتُ (Positif):
{أَكَانَ لِلنَّاسِ عَجَبًا}.النَّفْيُ (Negatif):
{أَلَمْ نَشْرَحْ لَكَ صَدْرَكَ}.
أَعْلَمُ أَنَّ الْهَمْزَةَ الدَّاخِلَةَ عَلَى الْجُمْلَةِ الْمَنْفِيَّةِ يَكُونُ لَهَا مَعْنَيَانِ
Ketahuilah bahwa Hamzah yang masuk pada kalimat negatif memiliki dua makna:
أَحَدُهُمَا التَّذَكُّرُ وَالتَّنْبِيهُ:
{أَلَمْ تَرَ إِلَى رَبِّكَ كَيْفَ مَدَّ الظِّلَّ}.Salah satunya adalah untuk mengingatkan dan memberi peringatan.
التَّعَجُّبُ مِنَ الْأَمْرِ الْعَظِيمِ:
{أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ خَرَجُوا مِنْ دِيَارِهِمْ وَهُمْ أُلُوفٌ حَذَرَ الْمَوْتِ}.Kekaguman terhadap perkara yang besar.
أَحْكَامٌ أُخْرَى (Hukum-hukum Lainnya):
تَقْدِيمُهَا عَلَى الْعَاطِفِ تَنْبِيهًا عَلَى أَصَالَتِهَا فِي التَّصْدِيرِ
Diletakkan sebelum huruf sambung (athaf) untuk menunjukkan keaslian posisinya di awal kalimat.
Contoh:
{أَوَكُلَّمَا عَاهَدُوا عَهْدًا},{أَفَأَمِنَ أَهْلُ الْقُرَى},{أَثُمَّ إِذَا مَا وَقَعَ}.
أَنَّهُ لَا يُسْتَفْهَمُ بِهَا حَتَّى يَهْجِسَ فِي النَّفْسِ إِثْبَاتُ مَا يُسْتَفْهَمُ عَنْهُ
Tidak digunakan untuk bertanya kecuali sudah terlintas dalam jiwa pembenaran terhadap apa yang ditanyakan (berbeda dengan Hal).
أَنَّهَا تَدْخُلُ عَلَى الشَّرْطِ
Dapat masuk ke dalam kalimat syarat.
Contoh:
{أَفَإِنْ مِتَّ فَهُمُ الْخَالِدُونَ}.
فَائِدَةٌ (Faidah): Jika Hamzah masuk pada kata رَأَيْتَ (Ra'aita), terkadang maknanya berubah menjadi أَخْبِرْنِي(Akhbirni - Beritahukanlah kepadaku).
Teks dalam gambar tersebut membahas tentang kaidah tata bahasa Arab (Nahu), khususnya mengenai makna-makna huruf jar "Ila" (إلى) dan huruf "Aw" (أو).
Berikut adalah transkripsi teks Arab beserta harakat dan terjemahannya dalam bahasa Indonesia:
Huruf Ila
حَرْفُ جَرٍّ لَهُ مَعَانٍ: حَرْفُ (إِلَى))
زَادَ ابْنُ مَالِكٍ وَغَيْرُهُ تَبَعًا لِلْكُوفِيِّينَ مَعَانِيَ أُخَرَ مِنْهَا:
انْتِهَاءُ الْغَايَةِ الزَّمَانِيَّةِ وَالْمَكَانِيَّةِ وَغَيْرُهُمَا:
الزَّمانيَّة: {ثُمَّ أَتِمُّوا الصِّيَامَ إِلَى اللَّيْلِ}، {فَنَظِرَةٌ إِلَى مَيْسَرَةٍ}.
المَكانيَّة: {إِلَى الْمَسْجِدِ الْأَقْصَى}.
غَيْرُهُمَا: {وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ}.
الْمَعِيَّة بِمَعْنَى (مَعَ):
{وَامْسَحُوا بِرُؤُوسِكُمْ وَأَرْجُلَكُمْ إِلَى الْكَعْبَيْنِ} أَيْ: مَعَ الْكَعْبَيْنِ.
الظَّرْفِيَّة كَـ (فِي):
{لَيَجْمَعَنَّكُمْ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ} أَيْ فِيهِ.
مُرَادَفَةُ اللَّام:
{وَالْأَمْرُ إِلَيْكِ} أَيْ: لَكِ.
التَّبْيِين:
قَالَ ابْنُ مَالِك: وَهِيَ الْمُبَيِّنَةُ لِفَاعِلِيَّةِ مَجْرُورِهَا بَعْدَ مَا يُفِيدُ حُبًّا أَوْ بُغْضًا... نَحْوُ {رَبِّ السِّجْنُ أَحَبُّ إِلَيَّ}.
التَّوكِيد:
وَهِيَ الزَّائدةُ نَحْوُ {فَاجْعَلْ أَفْئِدَةً مِنَ النَّاسِ تَهْوِي إِلَيْهِمْ}.
Terjemahan:
Huruf jar yang memiliki beberapa makna: Huruf "Ila" (Ke/Sampai). Ibnu Malik dan lainnya menambahkan makna lain mengikuti madzhab Kufah, di antaranya:
Berakhirnya batas waktu, tempat, dan selain keduanya:
Waktu: "Kemudian sempurnakanlah puasa itu sampai malam."
Tempat: "...sampai ke Masjidil Aqsha."
Kebersamaan (bermakna 'Bersama'):
"...dan usaplah kepalamu dan (basuh) kakimu sampai (bersama) kedua mata kaki."
Keterangan tempat/waktu (bermakna 'Di dalam'):
"Dia benar-benar akan mengumpulkan kamu pada (di dalam) hari kiamat."
Sinonim dari huruf "Lam" (Untuk/Milik):
"Dan urusan itu terserah kepadamu (milikmu)."
Penjelasan (At-Tabyin):
Ibnu Malik berkata: Yaitu menjelaskan subjek dari kata majrurnya setelah kata yang menunjukkan cinta atau benci... Contoh: "Wahai Tuhanku, penjara lebih aku sukai."
Penguat (At-Taukiid):
Yaitu sebagai tambahan (zaidah), contoh: "Maka jadikanlah hati sebagian manusia cenderung kepada mereka."
تَنْبِيهَات:
الأول: لَمْ يَذْكُرِ الْمُتَقَدِّمُونَ لِـ (أَوْ) هَذِهِ الْمَعَانِي، بَلْ قَالُوا: هِيَ لِأَحَدِ الشَّيْئَيْنِ أَوِ الْأَشْيَاءِ.
الثاني: قَالَ أَبُو الْبَقَاء: (أَوْ) فِي النَّهْيِ نَقِيضُ (أَوْ) فِي الْإِبَاحَةِ، فَيَجِبُ اجْتِنَابُ الْأَمْرَيْنِ كَقَوْلِهِ {وَلَا تُطِعْ مِنْهُمْ آثِمًا أَوْ كَفُورًا}.
فَائِدَة:
أَخْرَجَ ابْنُ أَبِي حَاتِم عَنِ ابْنِ عَبَّاس: كُلُّ شَيْءٍ فِي الْقُرْآنِ (أَوْ) فَهُوَ مُخَيَّرٌ، فَإِذَا كَانَ {فَمَنْ لَمْ يَجِدْ} فَهُوَ الْأَوَّلُ فَالْأَوَّلُ.
Terjemahan:
Peringatan:
Ulama terdahulu tidak menyebutkan makna-makna ini untuk kata "Aw" (Atau), melainkan mereka berkata: "Aw" digunakan untuk memilih salah satu dari dua hal atau lebih.
Abu Al-Baqa berkata: "Aw" dalam kalimat larangan adalah kebalikan dari "Aw" dalam kalimat kebolehan (mubah). Maka wajib menjauhi kedua hal tersebut, seperti firman-Nya: "Dan janganlah kamu patuhi di antara mereka orang yang berdosa atau orang yang kafir (keduanya dilarang)."
Catatan Tambahan:
Diriwayatkan dari Ibnu Abbas: Setiap kata "Aw" (Atau) di dalam Al-Qur'an menunjukkan pilihan (boleh pilih salah satu), namun jika ada kalimat "Maka barangsiapa yang tidak mendapati," maka itu menunjukkan urutan (tertib).

Posting Komentar untuk "Talkhisan Ulumul Qur'an Pertengahan Semester Tamhidi Magister (S2) Universitas Al-azhar Mesir Tahun 2026"
Posting Komentar